Mengenai Saya

Foto Saya
Hai sobat-sobat terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Selamat bergabung dalam Blog Catatan Khotbah Kristen, Catatan Kesaksian Harian dan Catatan Sekolah Minggu. Kami juga mengundang Saudara/i untuk tergabung dalam Facebook Diberkati N Memberkati (Sebuah forum untuk kita saling berbagi berkat, kesaksian, pengalaman dalam Tuhan Yesus, menguatkan & dikuatkan satu sama lain, semua untuk kemuliaan-NYA). Tuhan Yesus Memberkati dan Mengasihi Saudara/i :) Bagi Saudara/i yang rindu untuk menghubungi kami, baik untuk memberikan kesaksian/ memerlukan dukungan Doa, silahkan e-mail ke: diberkatinmemberkati@gmail.com - (Jesus Christ is my All in All... He is Real... He Loves Us So Much.... Yohanes 14 : 6, Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yohanes 3:16, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya (Tuhan Yesus Kristus) tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal).

Minggu, 28 Juni 2015

Bahagia Dalam Pencobaan - Pdt. Ade Surya


Yakobus 1:2-3, "Saudara-saudaraku, 
anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan."

Mungkin beberapa dari kita berpikir koq bisa bahagia dalam pencobaan? 

Pencobaan dalam bahasa aslinya disebut Paresmos, artinya: digoncang di bagian luar supaya diketahui kualitas / apa yang tersimpan di bagian dalam.

Ujian dalam bahasa Inggris dikenal dengan Exam, waktu ujian datang, dari nilai yang muncul ketahuan kualitas kita dalam mengikuti pelajaran sejauh mana.

Matius 6:13-15, (13) "dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (14) (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.) Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Apa perbedaannya? Koq berbeda?

Kita harus lihat konteksnya, apa yang sedang dibicarakan, lihat ayat 12 sebelumnya, lalu sesudahnya ayat 14 dan 15. 

Matius 6:12, "dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;"

Jadi ini mengenai pengampunan. 

Bila orang sakit hati dan tidak mau melepaskan pengampunan, dunianya menjadi semakin sempit, ada ganjalan di hati, anehnya orang yang kita sakit hati senang-senang dan tidak ada beban, bahkan ketika melihat ia diberkati, makin sakitlah hati itu.

Maka Firman Tuhan katakan lepaskanlah kami dari yang jahat, kalau konteksnya pengampunan, itu bukan dari luar, itu semua akan selesai kalau saudara sendiri yang melepaskan pengampunan (faktor dari dalam, bukan pencobaan dari luar).

Bagaimana dengan Cinta akan uang? Perut punya takaran cukup, saat merasa kenyang, kalau uang ada kah? Kita sendiri yang harus berkata cukup, mengucap syukur dan melihat kelimpahan Tuhan. Ini faktor dari dalam, bukan pencobaan yang dari luar. Sekarang bukan saatnya mengeluh, tapi mengucap syukur untuk dapat melihat sesuatu.

Contoh usaha sepi, saudara buat check list apakah ada dosa di dalam hidup anda, pas dicari tidak ada, ini di luar kendali sendiri. Contoh kenaikan harga BBM dan kebutuhan pokok, semua masyarakat mengalami, ini datangnya dari luar. 

Mengapa dalam pencobaan yang dari luar ini kita harus berbahagia?

1. Saat diuji, saudara berarti adalah pembelajar, murid, yang sedang diberi kesempatan untuk memahami lebih. Yang bukan murid tidak perlu diuji.

Ooo ternyata menjadi orang Kristen selama.....puluh tahun, iman saya hanya segini?? Atau kita bisa menunjukkan kualitas iman dan isi Hati kita?

Waktu Tuhan datang, Tuhan mencari adakah Iman di bumi ini?

Selama ini harapanmu kau taruh pada siapa? Siapa yang kita percayai selama ini. 

2. Digoncang supaya ketahuan apa yang tersimpan di bagian dalam, ini berarti anda punya isi.

Kalau ga ada isinya, ga perlu digoyang, digoncang. 

3. Kita diuji tidak melampaui kekuatan kita, Tuhan akan memberikan jalan keluar

1 Korintus 10:13, "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya."

Saat Ujian Nasional, soal ujian dibagikan, pasti kunci jawaban itu sudah ada di tangan Penguji. 

Jadi kalau hari ini kita dicobai, Tuhan sudah punya jawabannya. Jawaban akan kau terima waktu hari ini kau putuskan untuk berharap dan mencari Tuhan saja. Dalam waktuNya, engkau akan melihat jawaban yang luar biasa dari Tuhan.

Lagu:
Engkau Tuhan yang Setia
WaktuMu s'lalu yang terbaik
Engkau Tuhan sandaranku
Dan kuhanya kan berharap padaMu

Satu-satunya yang kuandalkan
Satu-satunya yang kupercaya
* Engkau sumber kekuatan
Sumber pengharapan, sumber kedamaian
* Engkau Tuhan memberkati
Tuhan penyembuhku, Tuhan pemulihku

⌣̊┈̥-̶̯͡»̶̥✽̶ GOD BLESS YOU ⌣̊┈̥-̶̯͡»̶̥✽ 

Khotbah Minggu, 28 Juni 2015
GBI Baranangsiang

Sabtu, 27 Juni 2015

Kingdom Focus - Pdt. Daniel Arief


Matius 6:22, "Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;"

Kita harus memiliki cara pandang yang berbeda dari dunia ini. Jika cara pandang kita buruk, maka gelaplah hidup kita; Jika cara pandang kita baik maka teranglah hidup kita. Banyak kekacauan dan masalah yang terjadi saat ini, jika kita fokus pada masalah yang ad, maka hidup kita akan penuh dengan ketakutan dan kekecewaan. Kita adalah warga Kerajaan Allah, kita harus punya fokus yang berbeda. Kita harus fokus pada kayu Salib. Salib sudah mengubah kutuk kita menjadi berkat. Kita harus fokus pada karya keselamatan yang sudah Tuhan kerjakan bagi kita.

Ibrani 12:2, "Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah." Kita harus melakukan perjalanan hidup kita masing-masng dengn mata tertuju kepada Tuhan.

Ibrani 12:3, "Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa." Ketika kita hanya teringat pada masalah yang ada, kita akan mudah lemah dan putus asa.

If you look at the world, you will be distracted. If you look within, you will be depressed. If you look at God, you will be at rest. (Jika kamu melihat dunia kamu akan terpecah, jika kamu melihat dirimu kamu akan tertekan, jika kamu melihat Tuhan kamu akan tenang).

Jehovah (JHWH). Be hold the hands, be hold the nail. The open hand: Tangan Tuhan selalu terbuka bagi siapa saja. Tuhan menyambut kita bukan karena kita baik tapi karena Ia mengasihi kita. Tangan-Nya yang terpaku mengingatkan pada kita akan penderitaan dan pengorbanan-NYa di kayu salib. 

Kejadian 32:10, "Sekali-kali aku tidak layak untuk menerima segala kasih dan kesetiaan yang Engkau tunjukkan kepada hamba-Mu ini, sebab aku membawa hanya tongkatku ini waktu aku menyeberangi sungai Yordan ini, tetapi sekarang telah menjadi dua pasukan." Di Timur Tengah tongkat mempunyai makna, tongkat menjadi buku harian, mereka akan mengukir peristiwa yang dialami pada tongkatnya. Demikian juga Yakub, ia mengukir peristiwa yang ia alami bersama Tuhan pada tongkatnya. Sehingga ia mempunyai kekuatan untuk menyeberangi Sungai Yordan, yaitu pengalamannya bersama Tuhan. Saat ini mungkin kita masing-masing punya "Sungai Yordan" masalah kita masing-masing, dengan mengingat perbuatan Tuhan pada kita itu akan membuat kita mampu melintasi masalah dan tidak mati dalam masalah kita. 

1 Samuel 17:37, "Pula kata Daud: "TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu." Kata Saul kepada Daud: "Pergilah! TUHAN menyertai engkau." 1 Samuel 17:40, "Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya," Daud menghadapi Goliat, tantangan yang tidak kecil. Sama dengan Yakub, Daud tidak fokus pada masalah yang ada. Ia fokus pada tongkat, karya yang sudah TUHAN lakukan dalam hidupnya.

Bagi kita sekarang, tongkat itu adalah mata dan hati kita. Jika kita fokus pada TUHAN, pada karya yang TUHAN sudah perbuat bagi kita, kita tidak akan dikalahkan oleh dunia. 

Yohanes 16:33, "Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." Sekejam-kejamnya dunia, kita harus selalu ingat bahwa TUHAN sudah mengalahkan dunia.

JESUS Bless You! 

Khotbah Minggu, 21 Juni 2015
GBI Baranangsiang

Senin, 15 Juni 2015

Seni Menjaga Hati Eleazar - Ps. Philip Mantofa


Seni Menjaga Hati dan Karakter Ilahi


Hidup kita harus dibangun di atas Karakter Kristus, bukan pengurapan, atau karunia.

Kerohanian itu karakter, karakter berkaitan dengan menjaga hati.

Buat apa kalau puasa tapi mengacungkan kepentingan kita sendiri? Hati kita tidak berdamai?

Mari kita lihat kehidupan Eleazar.

Tuhan memandang karakter di atas segalanya.

Bilangan 20:22-28, "Setelah mereka berangkat dari Kadesh, sampailah segenap umat Israel ke gunung Hor. Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa dan Harun dekat gunung Hor, di perbatasan tanah Edom: "Harus akan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya, sebab ia tidak akan masuk ke negeri yang Kuberikan kepada orang Israel, karena kamu berdua telah mendurhaka kepada titah-Ku dekat mata air Meriba. Panggillah Harun dan Eleazar, anaknya, dan bawalah mereka naik ke gunung Hor; tanggalkanlah pakaian Harun dan kenakanlah itu kepada Eleazar, anaknya, kemudian Harun akan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya dan mati di sana. Lalu Musa melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN. Mereka naik ke gunung Hor sedang segenap umat itu memandangnya. Musa menanggalkan pakaian Harun dan mengenakannya kepada Eleazar, anaknya. Lalu matilah Harun di puncak gunung itu, kemudian Musa dengan Eleazar turun dari gunung itu."

Eleazar adalah anak ketiganya Harun, Harun adalah pamannya Musa, hari itu (ayat 25) adalah hari istimewa dari Eleazar, hari khusus dimana ia akan menerima pakaian kebesaran Harun ayahnya, namun di hari yang sama juga TUHAN katakan akan memanggil ayahnya pulang. Hari dimana ia harusnya bersukaria, hari yang telah dinantikan. Eleazar selama ini hidup dalam bayangan, tapi dengan semua yang ia alami, tidak sedikitpun ada keluar kata keluhan dari Eleazar.

Manusia selalu tidak mau dinomorduakan dalam karakter aslinya, tapi Eliazar tidak.

Jangan bangun hidupmu, pernikahanmu, pekerjaanmu, karirmu tanpa didasari oleh Karakter Tuhan !
Ayat 27-28, belum Eliazar menikmati pelantikannya, Harun ayahnya berpulang dan mereka turun gunung menjalani tugasnya.

Keluhkan kewajibanmu bukan hakmu, pikul Salib.

Warisan rohani yang harus ditinggalkan untuk anak-anak, pembentukan karakter, bukan dimanja dengan fasilitas kemudahan.

Yusuf dijual oleh kakak-kakaknya sebagai budak, tanpa sempat berpamitan dengan ayahnya, sebagai budak ia membangun karakternya, hingga menjadi pemimpin Mesir, di masa kelimpahan ia berinvestasi, menghimpun untuk masa sulit, bukan hambur-hambur.  

Character always win in the end.

Bukan orang yang berkarunia yang berhasil di dunia ini, tapi orang yang punya kesungguhan dalam karakter.

Amsal 4:23, "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."

Jadi terpancar kehidupan ini bukan sekedar dari terima pengurapan, tapi jaga hati kuncinya.

Mazmur 37:37, "Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan"

Tulus, jujur, akan ada masa depan.

Orang-orang yang kecewa sama Tuhan dan orang-orang yang meniru orang lain yang mengecewakan Tuhan, ini sama buruknya.

Kedua kakak Eleazar hidup tidak baik, tapi Eleazar koq bisa ya tidak meniru dan tidak menjadi kepahitan dan kecewa sama Tuhan Yesus.

Kalau mau diangkat Tuhan, buktikan dirimu layak dipercaya Tuhan.

Filipi 4:8-9, "Jadi akhirnya saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu."

Harun kepahitan dengan Musa, tapi Eleazar bisa turun gunung dan bekerja sama dengan Musa tanpa kepahitan.

Jaga hati, jangan biarkan kepahitan masuk.

Musa di waktu akan meninggal, ia memilih Yosua bukan Eleazar, tapi Elazar tetap menjaga hatinya.

Jaga hati itu jangan karena pamrih, minta, ingin, merasa berhak menerima balasan suatu hari nanti, tapi Jaga hati itu karena mengasihi Tuhan. 

Eliazar begitu selfless, tidak mementingkan dirinya sendiri.

Yosua 24:29-31, "Dan sesudah peristiwa-peristiwa ini, maka matilah Yosua bin Nun, hamba TUHAN itu, ketika berumur seratus sepuluh tahun. Lalu ia dikuburkan di daerah milik pusakanya, di Timnat-Serah yang di pegunungan Efraim, di sebelah utara gunung Gaas. Orang Israel beribadah kepada TUHAN sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada Yosua, dan yang mengenal segenap perbuatan yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel."

Yosua bisa berhasil, didukung oleh Eleazar sebagai Imam, tapi nama Eleazar tidak disebutkan sama sekali, hanya disebutkan "para tua-tua", Yosua meninggal lebih dulu dari Eliazar.

Maka Alkitab berkata bukan orang gagah perkasa yang menguasai kota, tapi orang sabar.

Kemuliaan Raja itu menyimpan rahasia, jangan membocorkan rahasia orang lain.

Siapa diri kita sesungguhnya ketika tidak ada seorangpun melihat kita kecuali Tuhan.

Yosua 24:33, "Juga Eleazar bin Harun mati, dan dia dikuburkan di bukit yang diberikan kepada Pinehas, anaknya itu, di pegunungan Efraim."

Baca : Yehezkiel 43:18-27

Eliazar Papanya jaga Hati, pelihara iman, tidak suka gosip, mari kita lihat keturunannya:
1. Pinehas melakukan dan menjadi orang yang besar dikenan Tuhan, jangan bilang panggilanmu kecil, tidak bisa menyanyi, dll, lakukan bagianmu, dengan Hati.
2. Zadok, yang membantu Daud, ia membawa perubahan melalui pengaruh Rohaninya, mendukung keberhasilan Daud (ayat 19, "berikanlah kepada imam-imam orang Lewi dari keturunan Zadok seekor lembu jantan muda untuk korban penghapus dosa, sebab merekalah yang boleh mendekat kepada-Ku untuk menyelenggarakan kebaktian, demikianlah firman Tuhan ALLAH.")

Waktu Daud mati, siapa yang mengurapi Salomo jadi Raja? Keturunannya Eliazar.

Lihat ke depan, peperangan kita bukan hanya sekarang, taburlah yang benar untuk tuaian anda.

Yehezkiel 43:18-19
Zadok, keturunannyalah yang boleh mendekat kepada Tuhan untuk menyelenggarakan kebaktian, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Anda mungkin sekarang biasa, tapi semakin kepada keturunan anda semakin bernilai, karena dimulai dari fondasi Jaga Hati, sesuai Firman Allah.

Bangun kebudayaan dalam kerja dengan Karakter, integritas, kejujuran, melayani.

Kepercayaan tidak bisa dijual, kepercayaan adalah modal, orang pintar banyak, tapi orang yang dipercaya hampir tidak ada.

Tuhan Yesus Memberkati.

Khotbah Minggu, 31 Mei 2015
GBI Baranangsiang

Jumat, 29 Mei 2015

Apa Yang Memikat Hati Tuhan dan Kunci Mengalami Mujizat - Pdt. Hence, Purwakarta



Tahun 2015 adalah Tahun Pelipatgandaan Mujizat
Maksudnya apa?

Tuhan taruh dalam hati saya, bahwa supaya mujizat ini menjadi hal yang "normal" dalam kehidupan anak-anak Tuhan.

Billy Graham berkata kalau kita minta dengan Iman dan kita tahu status kita adalah anak-anak Tuhan, maka mujizat itu sebetulnya bukan sesuatu yang sulit, tapi sesuatu yang normal. Seperti seorang anak ketika meminta sesuatu kepada orangtuanya, anak itu dalam tanggung jawab pemeliharaan orangtuanya.

Ketika kita mengalami Mujizat, kita juga akan mengalami Kasih Tuhan yang luar biasa bersamaan, sehingga banyak yang menjadi semakin mengasihi Tuhan.

Kalau kita ingin sesuatu dari seseorang, apa yang harus kita lakukan? 
= mengambil hati orang itu.

Seni mengambil hati orang.
Tapi, Tuhan tidak bisa diambil hatinya dengan cara manipulasi, tapi dengan cara-cara tertentu.

Lukas 19:1-10, tentang Zakheus, seorang penarik cukai / pajak yang sering mengambil lebih dari seharusnya, tapi koq bisa dia mengambil hati Tuhan?

Siapa disini yang memiliki latar belakang hidup yang buruk? Zakheus pun demikian.

Apa yang dilakukan Zakheus sehingga Tuhan begitu bersukacita dan mau datang ke rumahnya?

1. Tuhan Melihat Gairah Zakheus untuk Bertemu dengan-Nya

Lukas 19:3, "Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek." 

Tapi, ia tidak menyerah dan berhenti, tapi menjadi semakin bergairah dan kreatif.

Ia berpikir rute kemana Tuhan Yesus akan lewat, ia harus berjalan lebih cepat 500 meter setidaknya di depan-Nya, dan naik ke atas pohon yang tinggi untuk dapat melihat Tuhan Yesus, ia menjadi kreatif. 

Begitu juga kita yang bergairah dengan Tuhan akan kreatif, tidak pantang menyerah, kesibukan tidak menjadi alasan, ia akan selalu cari-cari cara untuk bersekutu dengan Tuhan kalau kita bergairah dengan Tuhan.

Contoh ada yang berkomitmen untuk membaca Alkitab sampai selesai dalam 1 tahun, tapi berat sekali rasanya setelah baca dari Kejadian sampai Tawarikh, cari cara gimana caranya, kreatif, seperti Pdt. Reinhard Bonke, diakali baca setiap hari dari Kejadian, lalu Tawarikh, Mazmur, Matius, Kolose, diseling hingga dengan cara ini dalam 1 tahun bisa selesai bahkan 2-3 kali. 

Penghalang apapun justru menjadi bahan bakar untuk lebih lagi cari cara untuk mencari Tuhan, mengejar apa yang dia rindukan dari Tuhan, kekecewaan tidak akan menghalangi dia,  kalo kita kecewa, kita akan game over (tamat).

Contoh orang yang sedang jatuh Cinta, akan menjadi begitu kreatif untuk bisa selalu bertemu dan dekat dengan kekasih hatinya.

Apakah hari-hari ini kita masih punya gairah seperti itu kepada Tuhan? 

Kalau kita ingin selalu memiliki kegairahan untuk bersekutu secara luar biasa dengan Tuhan, maka bersekutulah dengan orang-orang yang juga bergairah dengan Tuhan. Karena ini menular. Jangan pernah membiarkan kekecewaan menghalangi.

2. Zakheus bertobat

Mengaku dosa belum tentu bertobat,
Mengaku dosa berarti anda setuju dengan Tuhan dan FirmanNya dan mengakui bahwa saya bersalah,
Tapi bertobat itu berbeda, bertobat berarti mengakui dosa, tidak akan melakukan lagi, dan menjauhi dosa. Bertobat berhenti di satu titik, dan berbalik ke arah Tuhan.

Berjaga-jaga, agar kita tidak melenceng, ini tahun peperangan rohani.

Ada perumpamaan tentang monyet dan angin selatan, angin selatan mau menjatuhkan monyet dari atas pohon dengan kecepatan angin 500km/jam, monyet bertahan kencang sekali dan berhasil, lalu angin selatan mendapat ide, ketika monyet itu merasa sudah menang, ia merasa sudah mengalami mujizat, monyet berpikir dan merasa kalau ia boleh tidur sebentar, saat itu angin selatan memberi angin sepoi-sepoi kepada monyet itu, sang monyet tidak sadar dan tertidur, lalu tiba-tiba ia diterjang angin 500km/jam langsung terlempar 1000mtr monyet itu. Demikianlah angin selatan menang karena kelalaian monyet itu. 

Hati-hati, dalam berkat Tuhan yang melimpah, dalam tahun pelipatgandaan mujizat, jangan sampai malah jatuh karena tidak dapat menahan.

Lukas 19:8, "Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."

Inilah pertobatan sungguh-sungguh dari Zakheus. Bukan hanya minta ampun tapi ada perubahan hidup yang nyata. 

Ingatlah selalu 4 hal ini : Percayalah kuasa Mujizat Tuhan, Intim sama Tuhan, Bergairah sama Tuhan, Bertobat sungguh-sungguh.

Hamba Tuhan Morris Cerulo suatu waktu berkata dalam KKRnya di PRJ, yang menyebabkan terjadinya Terobosan adalah Urapan, yang menyebabkan Urapan itu salah satunya Taburan. Beri yang Terbaik untuk Tuhan.

Mujizat Tuhan semuanya adalah untuk anda dan saya.  

Tuhan Yesus Memberkati.

Khotbah Minggu, 24 Mei 2015

GBI Sumedang

Selasa, 19 Mei 2015

Roh Kudus Ku Perlu Engkau - Pdm. Herry Kho


Roh Kudus dalam bahasa Yunani disebut Parakletos, artinya Pribadi yang diundang untuk menuntun kita kepada seluruh kebenaran, menginsyafkan kita, menegur, membimbing, melindungi, menghibur, dsbnya.

Yohanes 14:16-17, "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu."

Yohanes 15:26-27, "Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

Yohanes 16:13, "Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang."

Saat kita mengaku dan percaya pada Tuhan Yesus, Roh Kudus diberikan kepada kita saat itu juga.

Bedanya, ada yang aktif dan tidak aktif Roh Kudus dalam hidupnya. Kenapa tidak aktif, karena kita tidak mengaktifkan. Kuasa Tuhan yang begitu besar itu telah tersedia bagi kita. Alami, praktekkan.

Roh Kudus yang aktif dalam hidup kita pasti menghasilkan buah, Baca Yohanes 15, Pokok Anggur yang Benar. 

Buah apa saja yang dihasilkan Roh Kudus dalam kehidupan seorang percaya? 

1. Buah Pertobatan, begitu percaya Tuhan Yesus ada pertobatan, dulu suka mencuri sekarang tidak lagi, dulu hutang ga bayar sekarang bayar, dulu menuju kebinasaan sekarang kepada keselamatan.

2. Buah Roh, karakter Kristus yang diperbaiki dalam hidup kita, ada 9, kasih sukacita damai sejahtera kesabaran kemurahan kebaikan kesetiaan kelemahlembutan penguasaan diri.

Galatia 5:22-23, "Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu."

3. Buah Jiwa-jiwa, orang yang dahulu lihat kita hidupnya miring sekarang lurus maka orang bertobat, mencari apa yang menyebabkan kita bisa berubah

Di kekekalan Tuhan tidak akan tanya berapa banyak deposito, aset kekayaanmu, tapi Tuhan tanya berapa banyak jiwa yang engkau bawa kepada Tuhan?

Mereka dibawa melalui perubahan hidup kita dan juga lewat penginjilan, mendoakan, bersaksi. Siapa yang menginjil dalam 1 minggu terakhir? 3 bulan? 1 tahun terakhir?

Kisah Para Rasul 1:8, "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Allah memperlengkapi kita untuk membawa jiwa-jiwa. Menginjil dan membawa jiwa adalah tanggung jawab kita.

Dalam menginjil bagian kita adalah menyampaikan, tidak semua orang langsung bertobat saat mendengar Injil, waktu Tuhan yang bekerja, tapi setiap Firman yang disampaikan tidak akan ada yang sia-sia. Banyak orang memiliki konsep yang salah dan merasa menginjil adalah sulit.

1 Korintus 3:6, "Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan."

Yesaya 55:11, "demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya." 

Kalau orang bertobat, itu bukan hebat kita, tapi karena Roh Kudus bekerja menjamah hati orang tersebut.

Waktu masih ada, jangan hanya berdiam diri menantikan pengangkatan (rapture), kalau tidak menghasilkan buah akan dikumpulkan bersama ranting-ranting kering untuk dibakar.

Kesaksian Pdm. Herry, 44 tahun yang lalu saat berusia 16 tahun, ia terlibat dalam kesalahpahaman, saat berusaha menolong orang lain, malah dirinya yang dipukuli dan menyebabkan matanya menjadi buta. Ia sangat terpukul dan menghukum diri dengan selalu mengurung diri di kamar, banyak Pendeta mendoakan dan memberi semangat tapi semuanya itu tidak dapat masuk ke dalam hatinya. Ia menolak Tuhan. Hanya ada 1 orang yang selalu ia ingin temui setiap hari, yaitu seorang Mbok penjual makanan. Ia sangat senang dengan makanan yang dijualnya. Mbok itu adalah seorang yang baru mengenal Tuhan Yesus, setelah sekian lama, Mbok itu memberanikan diri bertanya, boleh tidak saya doakan? Karena tidak enak, Pdm. Herry menjawab boleh. Setelah berdoa, apakah tiba-tiba terjadi mujizat matanya dapat melihat lagi? Tidak. Tapi, berkat Doa itu mata rohaninya terbuka. Ia sadar kalau ia terus mengurung diri di kamar, akan menjadi apa masa depannya. 

Tanpa Roh Kudus kita tidak mampu untuk melakukan kebenaran atau hanya jadi orang yang melakukan kebenarannya sendiri, rasanya benar, feelingnya sudah benar, tapi di waktu akhir seperti kata Firman Tuhan, Aku tidak mengenalmu.


Matius 7:21-23:
(21) Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. (22)Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? (23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Sadarilah pentingnya menginjil.

Banyak orang terdekat kita tidak bisa bertobat dikala antara perkataan dan perbuatan kita tidak sinkron.

Kesaksian: Ada 4 orang yang bersahabat baik. Mereka melamar di suatu Outlet. 3 orang yang lincah, pandai bicara, semua langsung diterima. Tinggal seorang yang bernama Merry, ia gugup dan tidak bicara dengan lancar dan gemuk, ia tidak diterima. Lalu 3 orang temannya sangat sedih dan menemui HRD itu, mereka bilang Pak kita selalu bersama-sama, tolong Pak kasih kesempatan 1 minggu saja untuk Merry bekerja, kalau Bpk tidak cocok baiklah. Okay jawab HRD itu. Merry ditempatkan di kasir, bagian memeriksa dan menunjukkan kepada pembeli baju-bajunya sebelum dibayar. Ia bekerja dengan sangat baik. Namun, karena pekerjaannya tidak menjual, ia hanya dapat gaji pokok dan tidak ada insentif setiap menjual sesuatu seperti 3 temannya. Namun bagi Merry itu saja sudah lebih dari cukup, ia sangat bersyukur kepada Tuhan. Ia bilang sama Tuhan, Tuhan dengan apa aku dapat membalas kebaikanMu? Tiba-tiba di hatinya muncul sebuah ide. Di Name tag kamu tuliskan "Merry and God". Ini mengundang perhatian banyak pembeli, setiap kali mereka bertanya apa maksudnya? Merry menunjuk dirinya dan Tuhan, ia tidak bisa berbuat apa-apa tanpa Tuhan. Dengan cara sederhana Merry telah melakukan penginjilan setiap hari.  

Seberapa hebat kita bisa melindungi anak-anak kita dari hal miring? Sangat terbatas dengan kekuatan kita sendiri, tapi kalau kita ajarkan untuk takut akan Tuhan dan mengandalkan Roh Kudus, Tuhan yang akan melindunginya.

Tanpa Roh Kudus, Roh Kebenaran, bisa tidak dalam 1 hari saja kita tidak berdosa dalam pikiran dan perkataan? Itu sulit. Ini hanya bisa dilakukan dengan Kuasa Roh Kudus yang berdaulat dalam hidupmu.

Kalau kita dikasih pertanyaan pribadi, jika nanti malam Tuhan Yesus datang / panggil kita, kamu mau buat apa sekarang? Ada yang jawab minta maaf, bayar hutang, memperbaiki kesalahan, dll, cepat lakukan selama masih ada kesempatan.

Mengundang Roh Kudus untuk berdaulat dalam hidup kita itu jangan ditunda-tunda, kalau mau lakukan sekarang, jangan besok, lusa, last minute. Jangan cerita waktu zaman dulu anda  begitu dekat dengan Roh Kudus, karena kita sangat perlu Roh Kudus sekarang dan setiap saat.

Kalau kita bisa tenang-tenang aja hidup tanpa Roh Kudus, jangan-jangan kita sedang hidup dalam kebenaran semu kita sendiri.

Buka hatimu, siapkan hatimu, Roh Kudus manis dan lembut, kalau kita tidak mau Ia tidak memaksa.

Kita sangat memerlukan Roh Allah yang hidup dalam hidup kita.

Khotbah Ps. Jentezen: 
Perumpamaan: ada orang order pizza dan pizza itu dikirim ke rumah sambil ditenteng di tangan, kita akan langsung tanya mana boxnya? Padahal box itu hanya berarti 39cent, tapi apa yang ditaruh di dalam box itu yang membuatnya bernilai. Bukan box yang memberi nilai pada produk.



Roh Kudus yang di dalam saudara yang menentukan nilaimu. Kamu tidak perlu jadi hebat, penuh talenta, tampan, seperti super star, namun yang penting kamu bersih kudus secara pribadi (personal holliness) dan kosong (haus, ada yang perlu diisi, dipuaskan oleh Roh Kudus).  Be clean and empty to be used by God.

Roh Kudus ada disini, dimanapun anda berada, mintalah untuk dibersihkan dan dipenuhi oleh Roh Kudus.

Lagu: 
Roh Kudus Kau Hadir Disini
Roh Kudus KumengasihiMu
Kau Lembut, Kau Manis
Kaulah Penghiburku
Penolongku Diutus Bapaku

Kubuka Hati Untuk Roh Mu Tuhan
Kubuka Hati Menyembah Mu Yesus
Jamahlah Kami Penuhi Kami 
Dengan Kuasa Allah Maha Tinggi

Tuhan Yesus Memberkati.

Khotbah Minggu, 17 Mei 2015
GBI Baranangsiang

Jumat, 15 Mei 2015

Merenungkan Kasih Tuhan Yesus yang Luar Biasa - Pdt. Kiky Harjadi


Yohanes 3:16, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, 
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, 
melainkan beroleh hidup yang kekal."

Apapun yang terjadi dalam hidup kita, Tuhan Yesus tetap mengasihi kita !

Lagu: 
Apapun yang terjadi di dalam hidupku
S'lalu ku berkata Tuhan Yesus Baik
Dalam segala hal yang terjadi
Tetap ku berkata Tuhan Yesus Baik

Kusembah Kau, kusembah Kau
Tak dapat ku membalas kasih Mu
Kusembah Kau, kusembah Kau Bapa
Kurindu s'lalu menyenangkan Mu


Yesus datang ke dalam dunia supaya kita TIDAK BINASA, TIDAK MASUK NERAKA, tetapi HIDUP KEKAL selama-lamanya.

Orang yang tahu NGERINYA NERAKA dan INDAHNYA SURGA, akan MENGHARGAI KASIH TUHAN dan MENGERJAKAN KESELAMATAN dengan takut dan gentar.

Banyak hamba-hamba Tuhan yang semakin jarang dan memperhalus pengajaran tentang surga dan neraka.

Surga dan Neraka --> diperhalus jadi Selamat dan Tidak Selamat --> direndahkan lagi jadi Diberkati dan Tidak Diberkati.

Banyak pengajaran yang mengajarkan sekali selamat tetap selamat. 

Hidup di dunia hanya sementara, fokuslah pada kekekalan di surga!

Renungkan kasih Tuhan Yesus dalam hidup kita:
1. Tuhan Yesus mati bagi dosa-dosa kita
2. Tuhan Yesus bangkit bagi kita dan hidup selama-lamanya
3. Selama 40 hari Tuhan Yesus menunjukkan diri kepada para murid:
  • Untuk membuktikan Dia hidup
  • Supaya mereka percaya (Roma 10:9-10)
  • Memulihkan yang frustasi (Yesus mengunjungi murid yang sedang frustasi karena tidak menangkap ikan apa-apa)
  • Memulihkan Petrus

4. Yesus naik ke Surga
  •  Yesus ada di surga
  • Yesus akan menjemput GerejaNya (Yoh 14:3)
  • Berusalah utk masuk dalam rapture / pengangkatan
Dua pesan Tuhan bagi kita:
1. Berjaga-jaga
  • Tetap dalam kasih mula-mula
  • Apapun yang kita lakukan untuk pekerjaan Tuhan, bila tanpa didasari kasih mula-mula, akan menjadi sia-sia
  • Tuhan menginginkan keintiman, bukan kegiatan

Pernyataan Profetik yang dialami Ibu Suzette Hatting:
Sebuah peringatan profetik, waktunya sangat singkat, ini peringatan mendesak dari Tuhan, saya sudah berdoa 3 hari untuk memastikan ini kehendak Tuhan untuk disampaikan kepada anda. Simak baik-baik, dan lihat secara rohani.

Waktu awal tahun 2000 Tuhan memberitahukan tentang pesta pernikahan di surga yang sudah siap, namun mempelai wanita tidak siap. Pada tahun 2013 Tuhan memberi mimpi yang serupa, Tuhan menunjukkan rumah mewah yang sangat bagus di atas batu karang, persiapan sudah selesai, Tuhan berkata ia akan datang menjemput mempelai wanitaKu. Saat ini, betapa batas waktu itu sudah sangat dekat. Kita sudah masuk masa di mana pesta pernikahan telah ada di depan kita. Mempelai wanita memang mencintai Aku, tapi tidak sedang jatuh Cinta kepada-Ku. Tidak ada waktu lagi untuk menunggu dan berurusan dengan noda kotor. Mempelai wanitaKu mencintai Aku namun sibuk dengan berbagai kegiatan, Aku mau keintiman, bukan kegiatan, mencintaiKu bukan rutinitas.

Lagu:
Satu hal yang kurindukan ya Tuhan
Selalu berada di dekatMu
Dengan segenap hati, dengan segenap jiwa
Kumenanti di hadiratMu

Lebih dalam lagi kurindu Kau Tuhan
Lebih dari segala yang ada
Lebih dalam lagi kucinta Kau Yesus
KumengasihiMu

Bagaimana mengatur prioritas utama dalam hidup = sediakan waktu dengan Tuhan

2. Memikirikan perkara-perkara yang di atas

Tuhan mau kita mengumpukan harta di surga bukan di bumi. Di Surga tidak ada karat dan ngengat (Mat 6:19-21)


⌣̊┈̥-̶̯͡»̶̥✽̶ GOD BLESS YOU ⌣̊┈̥-̶̯͡»̶̥✽

Khotbah Minggu, 10 Mei 2015
GBI Tampak Siring

Minggu, 10 Mei 2015

Mengapa Rencana Tuhan Meleset Dalam Hidup Seseorang? - Pdt. Aruna Wirjolukito


Nas Alkitab : 1 Samuel 13:1-23

Alkitab berkata bahwa Tuhan mengangkat orang, Tuhan sayang semua orang, Dia mati bagi kita, bila Tuhan ingin memakai orang untuk rencana Tuhan, maka Tuhan akan memilih orang. Tuhan sayang kepada manusia, Tuhan memanggil kita semua, tetapi mengapa terkadang rencana Tuhan meleset dalam kehidupan kita? Itu karena pikiran manusia yang selalu kalah. "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati." (Roma 12:1)

Mengapa rencana Tuhan meleset dalam hidup seseorang?

1. Tidak menjaga damai sejahtera. Belajarlah untuk memegang sejahtera kita, bila kita merasa apa yang kita lakukan tidak membuat damai, tinggalkan saja. Apa yang menjadi masalah kehidupan kita sehari-hari itu sama seperti Saul, "Tetapi orang-orang dursila berkata: "Masakan orang ini dapat menyelamatkan kita!" Mereka menghina dia dan tidak membawa persembahan kepadanya. Tetapi ia pura-pura tuli." 

2. Berusaha membuat sebuah laporan besar agar orang menganggap kita besar. Saul pernah mengalami ditolak orang, namun juga ia mengalami dipromosikan orang. Yonatan yang mengalahkan Filistin namun Saul bertindak seperti Saul yang telah memukul kalah kependudukan orang Filistin. Saul memulai dengan satu hal yang salah, maka akan berakhir dengan satu hal yang salah juga. "Yonatan memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin yang ada di Geba; dan hal itu terdengar oleh orang Filistin. Karena itu Saul meniup sangkakala di seluruh negeri, sebab pikirnya: "Biarlah orang Ibrani mendengarnya." Demikianlah seluruh orang Israel mendengar kabar, bahwa Saul telah memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin dan dengan demikian orang Israel dibenci oleh orang Filistin. Kemudian dikerahkanlah rakyat itu untuk mengikuti Saul ke Gilgal." (1 Samuel 13:3-4)

3. Menggunakan cara sendiri, tidak dapat membaca waktu Tuhan. "Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain. Apabila tanda-tanda ini terjadi kepadamu, lakukanlah apa saja yang didapat oleh tanganmu, sebab Allah menyertai engkau." (1 Samuel 10:6-7), "maka pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran." (1 Samuel 13:8-13). Saul tidak belajar bahwa TUHAN yang memberi, tugas kita hanya satu yaitu menyelesaikan tugas Tuhan di bumi. Bila saat ini kita tidak mengampuni orang, maka bisa saja kita menghalangi rencana Tuhan di dalam hidup dia atau kita sendiri, karena kita tidak mau mengampuni.

Saul menggunakan standardnya sendiri kepada Tuhan, hanya karena kesalahan satu ini semua janji Tuhan selesai dalam hidup Saul. Saul tidak menjaga damai sejahtera, saul memperbesar suatu hal untuk keuntungannya, Saul tidak menunggu waktu Tuhan, dimana Saul mempersembahkan korban yang bukan menjadi tugasnya.

"Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." (Amsal 10:22)

"The blessing of the LORD, it maketh rich, and he addeth no sorrow with it." (Proverb 10:22)

Dalam bahasa Inggrisnya, berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, dan dia tidak menambahkan penderitaan/kesusahan dari padanya. (Berkat dari Tuhan tidak akan membawa kita kepada kemurtadan).

Tuhan Yesus Memberkati. 

Khotbah Minggu, 3 Mei 2015
GBI Baranangsiang (3)




Rabu, 06 Mei 2015

Messenger Of God - Pdt. Aruna Wirjolukito


Yesaya 50:4, 
"Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, 
supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada 
orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku 
untuk mendengar seperti seorang murid."



Tuhan mengirimkan kita untuk menjadi messenger of God, penyampai pesan Tuhan. Ayub 1:1-12, Ayub adalah seorang yang saleh, namun ia memiliki celah yang membuat iblis masuk ke dalam hidupnya. Ini adalah celah-celah Ayub:
1. Ayub merasa dirinya bisa menyelamatkan / menebus seperti Tuhan.
2. Ayub merasa dirinya sekudus Tuhan.
3. Ayub mengenal Tuhan dari kata orang, bukan secara pribadi.
4. Ayub bergaul dengan orang-orang fasik.


Tuhan sudah melihat Ayub akan mengalami masalah. Tuhan mengirim 3 orang temannya untuk menjadikan mereka penyambung lidah Tuhan. Ayub 2:11, "Ketika ketiga sahabat Ayub mendengar kabar tentang segala malapetaka yang menimpa dia, maka datanglah mereka dari tempatnya masing-masing, yakni: Elifas, orang Teman, dan Bildad, orang Suah, serta Zofar, orang Naama. Mereka bersepakat mengucapkan belasungkawa kepadanya dan menghibur dia." Kesalahan yang dilakukan teman-teman Ayub : 

1. Elifas

Kata Elifas berarti Tuhan menerobos. Yeremia 49:7, "Mengenai Edom. Beginilah firman TUHAN semesta alam: "Tidak adakah lagi kebijaksanaan di Teman? Sudah hilangkah pertimbangan dari orang-orang yang berakal budi, sudah busukkah kebijaksanaan mereka?" 

Elifas mengucapkan perkataan yang benar, namun ia menyampaikan berdasarkan logika manusia, ia menyampaikan tanpa kasih. Tuhan ingin Elifas menyampaikan pada Ayub bahwa Ayub jangan menjadi penyelamat, namun Elifas menyampaikannya tanpa kasih. Tuhan ingin Elifas menutupi celah Ayub, namun ia membuat Ayub sakit hati. 

Elifas adalah gambaran orang yang menggunakan logika tanpa kasih. Ada banyak orang yang bertindak seperti itu, menyampaikan kebenaran tanpa kasih dan cenderung menghakimi. Seringkali mereka menyampaikan sesuatu berdasarkan pengalaman tanpa hikmat dari Tuhan. 

2. Bildad

Bildad berarti paku tajam. Gambaran orang yang negative thinking (orang yang berpikiran negatif). Bildad tipe human tradition (mereka yang lebih memegang nilai-nilai tradisi manusia). Bildad yang seharusnya menutup celah Ayub justru memberi kebimbangan pada Ayub. Rendah hati berarti mudah diajar, kadang kita berpikir secara tradisi namun itu bukan yang Tuhan inginkan.

3. Zofar

Artinya peleter atau tukang bicara, ngobrol. Asal muasalnya adalah dari budak dimana ia mengukur semua dari balas jasa. Jika melakukan sesuatu maka Tuhan akan memberi sesuatu, kalau kita memberi 10, maka Tuhan harus membalaskan 100. Tuhan ingin mengingatkan Ayub yang mengenal Tuhan dari kata orang saja bukan dari pengalaman pribadi. 

Tiga orang ini dikirim untuk memulihkan Ayub, tapi sebaliknya justru menghancurkan Ayub. Berdasarkan pengalaman, tradisi dan ukuran jasa. Kekristenan tidak dapat mengukur jasa. Apa yang dapat kita nikmati saat ini bukan karena jasa kita, namun karunia dari Tuhan. 

Tuhan Yesus Memberkati.
Khotbah Minggu, 3 Mei 2015
GBI Baranangsiang (2)

Catatan khotbah by: Nehemia. 



Senin, 04 Mei 2015

4 Celah Kehidupan Ayub - Pdt. Aruna Wirjolukito


Nas Alkitab : Ayub 1:1-22


Ayub 1:1, "Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."

Ayub dikatakan dalam Alkitab sebagai seseorang yang mempunyai 4 karakteristik yang sangat disukai Allah, sangat kaya, memiliki 7 anak laki-laki dan 3 anak perempuan, 10 anak yang merupakan lambang kesempurnaan, Tuhan membuat pagar sekeliling kehidupan Ayub dan rumahnya serta segala yang dimilikinya, memberkati pekerjaannya dan apa yang dimilikinya makin bertambah. Iblis suatu hari berkomunikasi dengan Allah dan meminta izin untuk mencobai Ayub. 

Dalam kehidupan Ayub ada 4 hal yang akan dibahas hari ini dimana Allah ingin agar Ayub mengalami pemulihan, keempat hal ini menjadi celah dalam kehidupan Ayub, yaitu :


1. Ayub merasa dirinya bisa menyelamatkan / menebus sama seperti Tuhan, ia bertindak sebagai penyelamat bagi anak-anaknya, playing God, mau jadi pahlawan kesiangan, pengatur segala sesuatu, padahal setiap orang bertanggung jawab secara pribadi di hadapan Tuhan, baik pasangan kita, orangtua, gembala, tidak bisa mewakilkan kita di hadapan Tuhan. 

Ayub 1:4-5, "Anak-anaknya yang lelaki biasa mengadakan pesta di rumah mereka masing-masing menurut giliran dan ketiga saudara perempuan mereka diundang untuk makan dan minum bersama-sama mereka. Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa."

2. Ayub merasa dirinya benar di hadapan Tuhan dan dirinya sekudus Tuhan sendiri. 

Ayub 33:9, "Aku bersih, aku tidak melakukan pelanggaran, aku suci, aku tidak ada kesalahan." 

Hal ini mengundang masalah dalam hidupnya, mending ketika kita berdoa kita Doa dengan jujur, libatkan Tuhan dalam segala sesuatu (ciri orang lemah lembut rendah hati ketika ditegur instropeksi diri sendiri dan tidak menunjuk firman Tuhan hanya untuk orang lain selain dirinya)

3. Mengenal / tahu / percaya Tuhan hanya dari kata orang bukan pengalaman pribadi

Ayub 42:5-6, "Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

4. Meskipun Ayub saleh, jujur, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, tapi komunitas perkumpulannya itu orang-orang fasik. Hati-hati pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik, awalnya datang, berdiri lihat, duduk, akhirnya nyemplung.


Mazmur 1:1-6

(1) Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik,
yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
(2) tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
(3) Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
(4) Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
(5) Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;
(6) sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.


Keempat celah ini yang Tuhan mau tutup dalam hidup Ayub, ia dihajar dari keluarga, ekonomi dan fisik dalam waktu bersamaan. Tapi pada akhirnya, Ayub mengenal Tuhan secara pribadi dan Tuhan menggantikan semuanya itu dua kali lipat dari segala kepunyaannya dulu (Ayub 42:10)


Tuhan Yesus Memberkati.

Khotbah Minggu, 3 Mei 2015 (1)
GBI Baranangsiang