Mengenai Saya

Foto saya
Hai sobat-sobat terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Selamat bergabung dalam Blog Catatan Khotbah Kristen, Catatan Kesaksian Harian dan Catatan Sekolah Minggu. Kami juga mengundang Saudara/i untuk tergabung dalam Facebook Diberkati N Memberkati (Sebuah forum untuk kita saling berbagi berkat, kesaksian, pengalaman dalam Tuhan Yesus, menguatkan & dikuatkan satu sama lain, semua untuk kemuliaan-NYA). Tuhan Yesus Memberkati dan Mengasihi Saudara/i :) Bagi Saudara/i yang rindu untuk menghubungi kami, baik untuk memberikan kesaksian/ memerlukan dukungan Doa, silahkan e-mail ke: diberkatinmemberkati@gmail.com - (Jesus Christ is my All in All... He is Real... He Loves Us So Much.... Yohanes 14 : 6, Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yohanes 3:16, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya (Tuhan Yesus Kristus) tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal).

Minggu, 10 Mei 2015

Mengapa Rencana Tuhan Meleset Dalam Hidup Seseorang? - Pdt. Aruna Wirjolukito


Nas Alkitab : 1 Samuel 13:1-23

Alkitab berkata bahwa Tuhan mengangkat orang, Tuhan sayang semua orang, Dia mati bagi kita, bila Tuhan ingin memakai orang untuk rencana Tuhan, maka Tuhan akan memilih orang. Tuhan sayang kepada manusia, Tuhan memanggil kita semua, tetapi mengapa terkadang rencana Tuhan meleset dalam kehidupan kita? Itu karena pikiran manusia yang selalu kalah. "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati." (Roma 12:1)

Mengapa rencana Tuhan meleset dalam hidup seseorang?

1. Tidak menjaga damai sejahtera. Belajarlah untuk memegang sejahtera kita, bila kita merasa apa yang kita lakukan tidak membuat damai, tinggalkan saja. Apa yang menjadi masalah kehidupan kita sehari-hari itu sama seperti Saul, "Tetapi orang-orang dursila berkata: "Masakan orang ini dapat menyelamatkan kita!" Mereka menghina dia dan tidak membawa persembahan kepadanya. Tetapi ia pura-pura tuli." 

2. Berusaha membuat sebuah laporan besar agar orang menganggap kita besar. Saul pernah mengalami ditolak orang, namun juga ia mengalami dipromosikan orang. Yonatan yang mengalahkan Filistin namun Saul bertindak seperti Saul yang telah memukul kalah kependudukan orang Filistin. Saul memulai dengan satu hal yang salah, maka akan berakhir dengan satu hal yang salah juga. "Yonatan memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin yang ada di Geba; dan hal itu terdengar oleh orang Filistin. Karena itu Saul meniup sangkakala di seluruh negeri, sebab pikirnya: "Biarlah orang Ibrani mendengarnya." Demikianlah seluruh orang Israel mendengar kabar, bahwa Saul telah memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin dan dengan demikian orang Israel dibenci oleh orang Filistin. Kemudian dikerahkanlah rakyat itu untuk mengikuti Saul ke Gilgal." (1 Samuel 13:3-4)

3. Menggunakan cara sendiri, tidak dapat membaca waktu Tuhan. "Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain. Apabila tanda-tanda ini terjadi kepadamu, lakukanlah apa saja yang didapat oleh tanganmu, sebab Allah menyertai engkau." (1 Samuel 10:6-7), "maka pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran." (1 Samuel 13:8-13). Saul tidak belajar bahwa TUHAN yang memberi, tugas kita hanya satu yaitu menyelesaikan tugas Tuhan di bumi. Bila saat ini kita tidak mengampuni orang, maka bisa saja kita menghalangi rencana Tuhan di dalam hidup dia atau kita sendiri, karena kita tidak mau mengampuni.

Saul menggunakan standardnya sendiri kepada Tuhan, hanya karena kesalahan satu ini semua janji Tuhan selesai dalam hidup Saul. Saul tidak menjaga damai sejahtera, saul memperbesar suatu hal untuk keuntungannya, Saul tidak menunggu waktu Tuhan, dimana Saul mempersembahkan korban yang bukan menjadi tugasnya.

"Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." (Amsal 10:22)

"The blessing of the LORD, it maketh rich, and he addeth no sorrow with it." (Proverb 10:22)

Dalam bahasa Inggrisnya, berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, dan dia tidak menambahkan penderitaan/kesusahan dari padanya. (Berkat dari Tuhan tidak akan membawa kita kepada kemurtadan).

Tuhan Yesus Memberkati. 

Khotbah Minggu, 3 Mei 2015
GBI Baranangsiang (3)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar